1. Apa yang disebut material keramik, polimer, dan komposit
Keramik
Material inorganik yang terdiri dari elemen logam dan bukan logam
kebanyakan dalam bentuk oksida, nitrida, dan karbida yang bersama-sama terikat
secara kimiawi. Material ini terdiri dari kristalin dan non kristalin atau
paduan keduanya. Material yang termasuk dalam kelompok ini tersusun atas clay,
semen, dan gelas.
Polimer
Polimer merupakan molekul besar (makromolekul) yang terdiri atas susunan
unit kimia berulang yang kecil, sderhana, da terkait oleh ikatan kovalen. Kebanyakan
berupa senyawa organik yang secara kimia tersusun atas unsur karbon, hydrogen,
dan nonlogam lainnya yang memiliki rantai yang panjang.
Komposit
Paduan dua atau lebih material. Paduan tersebut bertujuan untuk
menghasilkan material yang memiliki karakteristik yang spesifik dan sifat-sifat
tertentu yang dikehendaki. Komposit selain dibuat dari hasil rekayasa manusia,
juga dapat terjadi secara ilmiah, misalnya kayu yang terdiri dari serat
selulose yang berada dalam matriks lignin.
2. Perkembangan keramik, polimer, dan komposit secara singkat
Keramik
Keramik dari zaman ke zaman berkembang secara
evolusioner. Demikian pula dengan bentuk, teknik pengolahan maupun
pembakarannya. Penemuan keramik merangsang kreativitas manusia untuk
menciptakan berbagai macam benda keramik yang di buat dari bahan tersebut. Pada
perkembangan selanjutnya berbagai faktor turut menentukan kemajuan keramik
diberbagai daerah.
Polimer
Sejumlah terobosan baru untuk menciptakan berbagai
sistim polimer baru maupun pengembangan sistem polimer yang telah ada. Hasilnya
tampak sebagai produk industri polimer yang begitu beragam sebagaimana yang
terlihat sekarang ini. Hingga pada tahun 1970 sudah terdapat lebih dari 25
produk polimer, dan pada tahun 1980 polimer mencapai 2 juta m3 tiap tahunnya,
melebihi produksi kayu dan baja. Dengan berkembangnya industri polimer,
ternyata membawa dampak positif terhadap jumlah pengangguran. Hal ini
disebabkan karena industri polimer menyerap banyak tenaga kerja. Karena
sifatnya yang karakteristik maka bahan polimer sangat disuka
Komposit
Perkembangan
teknologi komposit tidak hanya
pada komposit sintetis, akan tetapi
juga mengarah pada
komposit alam/Nature
Composites (NACO) dikarenakan
keistimewaan sifatnya yang dapat
didaur ulang atau
istilah lain terbarukan. Komposit dengan serat alam
memiliki banyak keunggulan
jika dibandingkan dengan
komposit sintetis. Perkembangan material komposit polimer sebagai pengganti
logam dan karbon sangat menjadi
perhatian, hal ini karena komposit
memiliki sifat mekanik yang cukup baik,
memiliki sifat isolator panas dan
suara, tahan korosi, serta dapat dijadikan sebagai
penghambat listrik yang baik
selain itu juga
ramah lingkungan
3. Struktur mikro keramik, polimer, dan komposit
Keramik
Didalam keramik juga terdapat Kristal ion
sebagai struktur mikro. Di bawah ini di kemukakan struktur khas Kristal ion
yang sering di temui dalam keramik.
a. Struktur Kristal tipe AX
-
Struktur Kristal garam batu (bentuk kubik
berpusat muka (FCC), contoh: NaCl, CsCl, ZnS, dan intan
-
Struktur sesium klorida (bentuk kubik
sederhana/ (simple cubic))
-
Struktur ZnS (bentuk sphalerite)
-
Struktur intan (bentuk sama seperti ZnS,
tetapi seluruh atomnya diisi atom C)
b. Struktur kristal AmXp
Al2O3 (korundum), bentuk
heksagonal tumpukan padat
c. Struktur Kristal AmBnXp
BaTiO3, bentuk Kristal perouskite
Polimer
Berdasarkan
struktur dari rantainya, polimer dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Polimer
Rantai Lurus, memiliki
bentuk rantai yang tersusun dari monomer-monomer yang saling berikatan
membentuk suatu rantai lurus.
b. Polimer
Bercabang, gabungan
dari beberapa jenis rantai lurus atau rantai bercabang yang dapat digabungkan
melalui ikatan silang (cross-linking).
c. Polimer
Jaringan, jika
ikatan silang terjadi ke berbagai arah maka terbentuk polimer sambung silang
tiga dimensi atau yang sering disebut polimer jaringan.
Komposit
1. Laminate
Laminate adalah gabungan dari dua atau
lebih lamina (satu lembar komposit dengan arah serat tertentu) yang membentuk
elemen struktur secara integral pada komposit. Terdapat beberapa lamina, yaitu:
a. Continous
fiber laminate, mempunyai lamina penyusun dengan serat yang tidak terputus hingga
mencapai ujung-ujung lamina terdiri dari :
1) satu
arah, yaitu bentuk laminate dengan tiap lamina mempunyai arah serat yang sama.
Kekuatan terbesar dari komposit lamina ini adalah searah seratnya.
2) silang,
lamina ini mempunyai susunan serat yang saling silang tegak lurus satu sama
lain antara lamina.
3) Random,
lamina ini mempunyai susunan serat.
b. Discontinous
fiber composite, pada masing-masing lamina terdiri dari potongan serat pendek yang
terputus dan mempunyai dua jenis yaitu :
1) Short
Alighned Fiber, potongan serat tersusun dalam arah tertentu, sesuai dengan
keperluan setiap lamina.
2) In-Plane
Random Fiber, potongan serat disebarkan secara acak atau arahnya tidak teratur.
2. Sandwich
panels
Komposit sandwich merupakan komposit
yang tersusun dari 3 lapisan yang terdiri dari flat composite (metal sheet)
sebagai kulit permukaan (skin) serta meterial inti (core) di bagian tengahnya
(berada di antaranya). Core yang biasa dipakai adalah core import, seperti
polyuretan (PU), polyvynil Clorida (PVC), dan honeycomb.
4. kegunaan keramik, polimer, dan komposit
Keramik
Keramik banyak di gunakan dalam industri listrik dan
perlatan elektronik lainnya, selain sebagai keperluan industri elektronik
keramik juga dapat di manfatkan sebagai keperluan pembuatan lantai, pembuatan reaktor tahan panas dan sebagai untuk pembuatan gerabah
Polimer
-
Polietilena (kantong
plastik, pembungkus halaman, ember, dsb)
-
Polipropilena (pengemasan,
tekstil, perlengkapan, pengeras suara, komponen otomotif, uang kertas polimer,
dll)
-
PVC (konstruksi
bangunan, mainan anak-anak, pipa/
paralon,
meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil)
-
Teflon (untuk pelapis
wajan, pelapis tangki di pabrik kimia, dan kabel listrik)
-
Polibutena (ban
mobil, bantalan
kereta api, blok jembatan, selang air, dll)
Komposit
a. Angkasa luar (komponen kapal terbang, helicopter, dan satelit)
b. Automobile (komponen mesin, komponen kereta)
c. Olahraga dan rekreasi (sepeda, stick golf, raket tenis, sepatu olahraga)
d. Industri pertahanan (komponen jet tempur, peluru, komponen kapal selam)
e. Industri pembinaan (jembatan, terowongan, rumah)
f. Kesehatan (kaki palsu, sambungan sendi pada binggang)
g. Marine / kelautan (kapal layar, kayak)
5. Cara pembuatan keramik, polimer, dan komposit
Keramik
a. Pengolahan
bahan
- Pengurangan ukuran
butir
- Penyaringan
- Pencampuran
- Pengadukan (mixing)
- Pengurangan kadar air
- Pengulian
b. Pembentukan
-
Pembentukan tangan langsung (hand building)
-
Teknik putar (throwing)
-
Teknik cetak (casting).
c. Pengeringan
Tujuanutama
dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan
keramik.Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting:
-
Air pada lapisan antar partikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai
akhirnya partikel-partikelsaling bersentuhan dan penyusutan berhenti;
-
Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan
-
air yang terserap pada permukaan partikel hilang.
d. Pembakaran
Mengubah
massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran
dilakukan dalam sebuah tungku suhu tinggi.
e. Pengglasiran
Benda
keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau
dikuas
Polimer
1. Injection Molding
plastik yang masih berupa biji plastik
atau pellet dimasukkan ke dalam tabung panas yang kemudian akan meleleh dan
lelehan ini dibawa ke dalam cetakan.
2. Ekstrusi
lelehan biji plastik ini ditekan secara
terus menerus sehingga bisa lebih lebur dan halus.
3. Thermoforming
biji plastik yang leleh telah berubah
menjadi lempengan kemudian dipanaskan kembali dan dimasukkan kedalam cetakan
lainnya.
4. Blow Molding
a. Biji plastik dilelehkan pada sekrup di dalam tabung
berpemanas
b. Plastik panas membentuk pipa
c. Plastik panas ditiup dalam cetakan
d. Dibuat menjadi barang yang diinginkan
Komposit
1.
Proses Cetakan
Terbuka (Open-Mold Process)
a.
Contact Molding/
Hand Lay Up
menuangkan resin dengan
tangan kedalam serat berbentuk anyaman, rajuan atau kain, kemudian memberi
takanan sekaligus meratakannya menggunakan rol atau kuas. Proses tersebut
dilakukan berulang-ulang hingga ketebalan yang diinginkan tercapai.
b. Vacuum
Bag
Pada proses ini digunakan pompa vacuum
untuk menghisap udara yang ada dalam wadah tempat diletakkannya komposit yang
akan dilakukan proses pencetakan.
c. Pressure
Bag
Wadah elastis ini yang akan berkontak
pada komposit yang akan dilakukan proses. Biasanya tekanan basar tekanan yang
di berikan pada proses ini adalah sebesar 30 sampai 50 psi.
d. Spray-Up
Proses spray-up dilakukan dengan cara
penyemprotan serat (fibre) yang telah melewati tempat pemotongan (chopper).
Sementara resin yang telah dicampur dengan katalis juga disemprotkan secara
bersamaan
e. Filament
Winding
Fiber tipe roving atau single strand
dilewatkan melalui wadah yang berisi resin, kemudian fiber tersebut akan
diputar sekeliling mandrel yang sedang bergerak dua arah, arah radial dan arah
tangensial.
2.
Proses Cetakan
Tertutup (Closed mold Processes)
a. Proses
Cetakan Tekan (Compression Molding)
Fiber yang telah dicampur dengan resin
dimasukkan ke dalam rongga cetakan, kemudian dilakukan penekanan dan pemanasan.
Resin termoset khas yang digunakan dalam proses cetak tekan ini adalah
poliester, vinil ester, epoxies, dan fenolat.
b. Injection
Molding
Metoda injection molding juga dikenal
sebagai reaksi pencetakan cairan atau pelapisan tekanan tinggi. Fiber dan resin
dimasukkan kedalam rongga cetakan bagian
atas, kondisi temperature dijaga supaya tetap dapat mencairkan resin.
c. Continuous
Pultrusion
Fiber jenis roving dilewatkan melalui
wadah berisi resin, kemudian secara kontinu dilewatkan ke cetakan pra cetak dan
diawetkan (cure), kemdian dilakukan pengerolan sesuai dengan dimensi yang
diinginkan.
6. Bagaimana sifat keramik, polimer, dan komposit
Keramik
-
Keras dan getas
-
Tahan korosi
-
berat yang ringan
-
kekuatan dan kekerasan yang tinggi
-
tahan pada suhu tinggi
-
tahan gesekan
-
isolator yang baik.
Polimer
-
Ringan
-
berat jenis rendah
-
tidak bagus pada suhu tinggi
-
isolator yag baik
-
kekakuan serta kekuatan tarik yang rendah
-
memiliki keuletan tinggi
-
modulus elastisitas rendah
Komposit
-
modulus lebih besar daripada komponen
polimer
-
density rendah
-
massa jenis redah (ringan)
-
tidak rapuh seperti keramik
-
kekuatan dan kekakuan tinggi
-
mudah diproses/ dibentuk
-
tahan terhadap korosi
-
tahan terhadap cuaca
-
koefisien pemuaian yang redah
-
lebih kuat dan lebih ringan.
7. Bagian di mobil yang mengandung keramik, polimer, dan komposit sebutkan
-
Piston
-
Cat mobil (nano ceramic)
-
Ban mobil
-
Pelapis kabel
mobil
-
karpet yang ada
dibawah mobil
-
kaca mobil
-
lampu mobil
-
plastik film
-
body dan bumper
mobil
-
penutup tempat
duduk mobil
-
kabin mobil
-
pintu mobil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar