Rabu, 13 Mei 2020

Logam Ferro Paduan



1.      Pengertian
Logam ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai sifat berbeda dengan sifat besi dan karbon, maka dicampur dengan bermacam logam lainnya.
2.      Jenis
Yang termasuk dalam logam ferro paduan diantaranya adalah baja dan besi tuang dan yang dikategorikan sebagai baja dan beri tuang yaitu:
a.       Campuran ferro (Fe) dengan carbon (C) terjadi pada rentan (0,008-6,67)%C.
b.      Campuran C, minimal 0,08%C disebut ferit dan maksimal 6,67%C disebut cementit (Fe3C).
c.       Yang membedakan antara baja dan besi tuang adalah kandungan kadar karbonnya, yaitu (0,008-2)% pada baja dan (2-6,67)% pada besi tuang.
3.      Proses Pengolahan
Proses pengolahan logam ferro dari bahan tambang melalui tahapan:
a.       Proses konsentrasi
Input dari proses ini berupa bahan tambang secara fisik yaitu, batu-batuan, pasir, dan tanah liat. Dalam proses konsentrasi terjadi beberapa proses yaitu berupa pemecahan, pembersihan/ pencucian, penyortiran, serta pemanggangan.
Output dari proses konsentrasi ini adalah biji besi yang secara fisik berupa nodula, pellet, briquettes, dan sinter.
b.      Proses reduksi
Input dari proses ini berupa biji besi, bahan bakar, fluks/ bahan pengikat, dan udara panas. Yang terjadi pada proses ini adalah proses reduksi tak langsung da reduksi langsung.
Output dari proses reduksi ini berupa besi kasar, terak/ slag, gas panas, serta gas panas CO dan CO2.
c.       Proses baja
Dalam proses baja terdiri dari beberapa dapur pengolah baja yaitu:
1)      Convetor
Menginput besi kasar cair yang akan mengalami proses Bessemer dan Thomas yang akan menghasilkan baja konstruksi putih atau kelabu.
2)      Dapur siemen martin
Menginput besi kasar padat/ baja rosok, udara dan udara panas yang akan mengalami proses asam atau basa yang akan menghasilkan baja konstruksi SM.
3)      Dapur kowi
Menginput kowi berisi baja bekas, udara dan cocas yang akan mengalami proses hamper sama dengan simen martin yang akan menghasilkan baja berkualitas baik.
4)      Dapur listrik
Menginput baja bekas dan bahan paduan arus listrik yang akan mengalami proses pencarian dengan efek panas listrik busur atau listrik tahanan yang akan menghasilkan baja berkualitas terbaik.
4.      Sifat-Sifat

Baja:
a.       Dapat dituang dan ditempa
b.      Ulet/ elastis
c.       Relatif tak mudah korosi
d.      Keras
e.       Mahal
Besi tuang:
a.       Mudah di tuang
b.      Sukar dibentuk
c.       Biaya proses mudah
d.      Getas/ rapuh
e.       Untuk peralatan/ bagian mesin

5.      Kegunaan
Kegunaan logam berdasarkan karbon yang terkandung:
a.       Baja karbon rendah – baja plat, kerangka mobil, konstruksi, baut/ paku keeling.
b.      Baja karbon sedang – baut, mur, poros engkol, stang torak, roda gigi, nok, martil, klem, pegas.
c.       Baja karbon tinggi – pegas, paron, gergaji, perkakas pahat, pisau/ kikir/ gergaji.

Kegunaan logam ferro paduan:
a.       Wolfram/tungsten(W) - Untuk paduan baja, kawat pijar, dan bahan campuran elektoda las TIG/WIG.
b.      Molibdenum (Mo) - Paduan baja, pipa-pipa, dan alat rontgen.
c.       Tantalum (Ta) - Untuk alat-alat kedokteran dan paduan lainnya.
d.      Kromium (Cr) - Paduan baja tahan karat, pelapis logam dan pelindung tahan karat.
e.       Mangan (Mn) - Paduan baja.
f.       Vanadium (V) - paduan baja tahan karat.
g.      Kobalt (Co) - Paduan baja perkakas potong.
h.      Kadmium (Cd) - Paduan logam-logam bantalan, pelapis baja tahan karat, tahan uap racun dan sebagainya.
i.        Bismut (Bi) - Paduan bahan yang digunakan dalam sekering/ sekering.
6.      Pengembangan Kedepan
Pengembangan industri logam ferro di dalam negeri melalui pengkajian apakah industri tersebut sudah memiliki daya saing yang kuat dan menyelesaikan masalah-masalah hambatan perdagangan seperti under invoicing, penyimpangan No.HS, impor illegal sehingga dalam kerjasama multilateral nanti produk industri dalam negeri tmampu bersaing dengan Negara lain baik dari segi kualitas maupun harga jualnya yang kompetitif. Pemerintah juga diharapkan memberikan insentif agar industri-industri downstream pengguna tembaga dapat berinvestasi di dalam negeri, agar daya serap produk baja dan logam non ferrous (aluminium, tembaga) serta produk sampingannya dapat dioptimalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknologi VVTI

            Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) sendiri sebenarnya adalah mesin dengan teknologi variable val...